oleh

Tempat Wisata Air yang Masih Sepi Pengunjung di Masa Pandemi Covid-19

-PELESIR-54 views

Kabupaten Bandung, Saktimediaews.id

Sebuah tempat pemandian air panas yang bediri sejak 3 tahun lalu di satu lokasi perkebunan Kertamanah wilayah Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan di kaki Gunung Wayang Windu ini suasananya masih sepi dari pengunjung, terlihat hanya beberapa puluh wisatawan sedang menikmati sejuknya udara disana dan panasnya air di 3 kolam.

Padahal tempat wisata ini sudah 3 tahun berjalan yaitu sejak 2017 lalu, atau entah memang disituasi yang belum normal ini saja mungkin yang membuat lokasi ini belum banyak dikunjungi wisatawan.

Dilokasi kolam renang Margamukti ini beberapa fasilitas sudah tersedia disamping ada 3 buah kolam renang, terdiri dari satu kolam dewasa, dan dua kolam untuk anak, ada juga kamar bilas dan kolam kamar. Serta ada tambahan Waterboom juga arena prosotan. Diluar arena kolam berjajar beberapa warung jajanan dan cenderamata, ada juga wc umum. Selain itu dibagian sisi lain tepatnya area depan setelah pintu masuk ada deretan warung dengan bangunan tembok permanen namun belum ada satupun yang dimanfaatkan alias tertutup rapat.

Fasilitas lainnya yang sudah disediakan oleh pengelola adalah beberapa kamar penginapan dengan tarif 300 ribu rupiah per 24 jam pada hari biasa, dan 500 ribu rupiah pada hari libur atau minggu.

Ada juga villa keluarga dengan kapasitas 15 orang penghuni dengan harga sewa per 24 jamnya 2 juta rupiah di hari-hari biasa serta 2,5 juta rupiah pada hari Minggu dan hari libur. Sementara untuk harga tiketnya sendiri 25ribu rupiah /orang, parkir mobil 10ribu rupiah dan parkir motor 5 ribu rupiah.

Pengelolaan tempat wisata ini oleh pihak swasta, yakni Kerjasama 4 orang pengusaha penduduk setempat. Sementara posisi Lahan menyewa ke pihak Perkebunan. Salah seorang karyawan yang tidak mau menyebutkan namanya menyebutkan :

“Area wisata ini klo hari Sabtu Minggu itu biasanya ramainya dari sore hari sampai menjelang tengah malam,” ungkapnya.

Jurnalis : Teddy MT.
Kabupaten Bandung. (awk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed