oleh

KPU Kabupaten Bandung Tidak Adil pada Calon Independen Lili M. dan Hj. Wida

-LOKAL-115 views

Kabupaten Bandung, Saktimedianews.id – Kamis (30/07/2020) bertempat di kantor KPU Kabupaten Bandung pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati dari perseorangan Lili Muslihat dan Hj. Wida Hendrawati mendatangi KPU guna menyerahkan berkas-berkas persyaratan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung, dilengkapi pula dengan foto copy KTP sebagai persyaratan mutlak bagi pasangan independen yang akan menjadi kontestan pemilukada 2020. Sebanyak 168 ribu lembar bahkan lebih untuk mengantisipasi apabila ada KTP ganda atau KTP pemilih di luar DPT.

Pihak KPU yang diwakili langsung oleh Ketuanya Agus Baroya, menjawab bahwa KPU tidak dapat menerima berkas-berkas tersebut dikarenakan menurut peraturan PKPU mengenai tahapan pemilu, penyerahan tersebut telah keluar dari batas waktu yang telah ditetapkan alias terlambat, sehingga paslon ini tidak dapat diloloskan sebagai pasangan yang akan tampil pada Pemilu kada 2020.

Hal ini menimbulkan perdebatan yang alot dan perselisihan pendapat/persepsi di antara mereka.
Pasangan LiLi dan Hj. Wida tidak dapat menerima hasil keputusan KPU yang menolak berkas persyaratan tersebut, “Saya sebagai warga negara Indonesia, khususnya warga Kabupaten Bandung yang memiliki hak memilih dan dipilih telah dilecehkan hak asasi kami,”ungkapnya.

Lili menganggap  KPU tidak menghargai segala dukungan yang telah diberikan kepadanya. “Ini merupakan pelecehan kepada saya pribadi dan kepada ratusan ribu warga pendukung saya yang telah bersusah payah untuk mengusung pasangan ini tuk lolos menjadi paslon pilkada 2020. Saya tidak akan beranjak dari tempat ini sampai ada kejelasan, keputusan dari KPU tentang penolakan atau menerima. Jika KPU menolak, harus jelas tidak hanya lisan harus disertakan surat bukti pernyataan tertulis. Tetapi KPU bersikukuh bahwa penolakan ini tidak perlu dituangkan dalam bentuk berita acara penolakan secara tertulis, karena Bawaslu tidak memerintahkan KPU untuk hal ini dan KPU tidak akan disalahkan.

Acara dihentikan untuk ISOMA, sekitar jam 13.15 WIB. Acara dimulai kembali, tetapi tetap tidak menemukan titik temu, dan Lili Muslihat dengan pasangan calon Wakilnya Hj. Widha Hendrawati diikuti puluhan pendukungnya tetap bertahan di kantor KPU, sementara ketua KPU sendiri malah pulang jam 17.00 WIB.

“Selama pertemuan tersebut, kami sebagai tamu tidak diperlakukan sebagai seorang tamu. Tatkala yang lain diberi makan dan minum, para pendukung kami yang di luar ditawari pun tidak. Ini sangat tidak sesuai dengan adat ketimuran yang selama ini kita anut bersama,” ungkapnya.

“Demi tegaknya supremasi hukum dan atas nama keadilan, kami menempuh upaya hukum guna penyelesaian permasalahan ini,” tegas kedua pasangan Bacalon Bupati jalur independen ini.

Jurnalis : Dondon Hidayat/Anggara Maulana/Editor : J. Manurung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed