oleh

Mapelsa Ciwidey Penggagas Pedagang Kaki Lima yang Peduli Lingkungan

-LOKAL-163 views

Kab. Bandung, Saktimedianews.id
Mapelsa adalah Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan Sabilulungan, terlahir dari terkumpulnya para pedagang kaki lima yang mangkal harian ataupun mingguan diarea Ciwidey dan Taman Kota Ciwidey, juga dilapangan plaza Dana Laga Ciwidey Kabupaten Bandung.

Mapelsa tersebut terbentuk atas dasar keprihatinan dari lingkungan yang tidak nyaman, karena banyaknya sampah yang berserakan dari sisa-sisa penjualan para pedagang kaki lima.

Mapalesa dikukuhkan pada tanggal 27 juni 2020 di curug citamur pasirkuda cianjur, dengan moto ‘Ti Urang, Ku Urang, Keur Urang’ ini mengartikan semua itu kembali ke kita mau dari hak ataupun kewajiban, namun tidak menghilangkan nurani gotong royong dan kebersamaan.Saat ditemui Saktimedianews ditempat kerjanya Ketua Mapelsa Saepul Azhari mengatakan bahwa.

“Kami menggagas dan membentuk Komunitas tersebut atas dasar kepedulian kami sebagai pedagang kaki lima yang peduli lingkungan sabilulungan sehingga terfokus terhadap kenyamanan, keamanan, ketertiban, ketenangan, keindahan, kebersihan, dan keramah-tamahan lingkungan yang asri, namun tidak menghilangkan kewajiban kami berniaga untuk menjemput rizki yang halal,” ungkapnya Kamis (24/9/2020).

“Kami juga berkewajiban untuk menjaga lingkungan tetap nyaman dan bersih dari berserakannya sampah baik dari penjualan dan pejalan kaki. Sebelum berjualan kami mengintruksikan kepada para pedagang untuk bersih-bersih dulu dan sesudah berjualan itupun harus bersih-bersih pula agar kebersihan tetap terjaga dari sampah dan yang lainnya dan juga harus mematuhi protokol kesehatan dimasa pandemi ini,” tuturnya.

“Taman Kota Ciwidey ini salah satu tempat jualan kami agar menjadi taman terbersih dan terindah juga ternyaman sekabupaten bandung serta sebagai ikon tujuan wisata, karena ciwidey ini pintu gerbang menuju tempat wisata alam pegunungan nan sejuk diatasnya,” ucap Saepul Sembari meneguk semangkok kopi hangat didepannya.

Lanjut Saepul, “Sejak dikukuhkannya komunitas itu sampai saat ini jumlah anggota pedagang kaki lima sebanyak 187 pedagang, walaupun belum seumur jagung tetapi alhamdulillah pedagang kaki lima lumayan cukup banyak juga untuk bergabung dan menjadi anggota Mapelsa,” imbuhnya

“Selain itu kami juga mengajarkan para anggota pedagang kaki lima selalu menyisihkan sedikit uang untuk menabung, tidak untuk meminjam ke perbankan ataupun bank emok, itu akan lebih baik dan barokah serta harus mengadakan jumsih disekitar lokasi jualan,” tuturnya

“Kami berharap agar Bupati Bandung pro pedagang kecil memberikan bantuan roda atau gerobak dagang bagi komunitas kami, agar bisa ditata serapih dan senyaman mungkin biar tidak “sareukseuk” lagi dan kami juga berharap legalitas komunitas kami bisa dibantu agar menjadi komunitas yang berpayung hukum (legal),” harapnya

Sementara salah satu pedagang kaki lima Santi (38 thn) asal sukawening yang sudah 6 bulan mangkal di area plaza dana laga ciwidey mengungkapkan.

“Kami pedagang kecil berjualan Thai Tea diarea ini sebelum bergabung dengan Mapelsa sangat takut berhadapan dengan Satpol PP yang siap menyita gerobak milik saya, tetapi semenjak adanya komunitas ini kami merasa nyaman tidak takut lagi,” ungkapnya.

“Dengan adanya Mapelsa ini kami pedagang kaki lima (PKL) selalu bersilaturahmi dengan mengadakan pertemuan rutin, serta melakukan kegiatan untuk menjaga lingkungan agar selalu bersih, nyaman dan rapih, serta kami di didik untuk selalu menabung,” pungkasnya.

Jurnalis : Hamdan
Editor : ask

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed