oleh

Kasus Pencemaran PT Ayoetex, DLH Cimahi Janji akan Turun Besok (Rabu, 30/9/2020)

-LOKAL-3.313 views

Cimahi, Saktimedianews.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Mochammad Ronny mengaku belum menerima laporan resmi terkait polusi udara dari Mesin Pengering Limbah B3 PT Ayoetex. Diduga, limbah batubara/B3 yang dibakar menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga membuat polusi di lingkungan RW 07. “Kami baru mengetahui informasi tersebut dari media ini, dan dari media ini diketahui bahwa Seksi Tramtib Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan belum melanjutkan informasi polusi udara tersebut kepada DLH Kota Cimahi,” kata Ronny via telepon kepada Sakti Media News, Selasa, (29/09/2020).

Menurut Ronny, koordinasi yang efektif antara tingkat kewilayahan hingga ke DLH mutlak diperlukan. Pemerintah akan mengecek langsung ke lapangan serta melakukan  pengawasan terkait hal yang dikeluhkan warga.

“Besok, (30/9), kami dari DLH bersama aparatur di tingkat kewilayahan akan turun ke lokasi untuk melihat kondisi yang sebenarnya di lapangan,“ kata Ronny yang juga menjabat Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kearsipan dan Perpustakaan Kota Cimahi itu.

Pihak DLH Cimahi, kata Ronny, akan melakukan pengujian di laboratorium terkait udara dan air. Sebelumnya, akan dilakukan pengambilan sampel (sampling) ada 2 (dua) jenis, yaitu sampling udara dan sampling air yang dilakukan oleh petugas pengambil sampel yang kompeten. “Kami akan mengambil sampel yang diperlukan untuk kemudian diuji di laboratorium,“ tegas Ronny.

Ronny juga mengaku bahwa pihaknya merasa keteteran karena minimnya petugas dalam mengawasi ratusan pabrik yang ada di wilayahnya. Kendati demikian, pihaknya telah melakukan pengawasan terhadap 100 pabrik reguler dalam melaporkan hasil uji labolatorium, mengenai ambang batas pengelolaan limbah pabrik.” Jumlah petugas kami memang terbatas, tapi kami berusaha maksimal,“ tukas Ronny.

Alternatif lainnya, kata Ronny, publik bisa melaporkan langsung keluhannya kepada pemerintah melalui program pelaporan oleh publik secara online seperti Pesduk. Di dalam laman website resmi Pemerintah Kota Cimahi www.cimahikota.go.id terdapat Pesan Singkat Penduduk (PESDUK). Pesan singkat pertama adalah dari warga, sedangkan pesan singkat kedua adalah jawaban dari pertanyaan pesan singkat pertama dan jawabannya dari pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi. “Keterlibatan warga mutlak diperlukan. Warga dapat melaporkan langsung temuannya kepada Humas Pemkot Cimahi atau melalui Pesduk,” katanya.

Sebelumnya di media ini diberitakan, bahwa telah terjadi polusi udara yang mengganggu warga RW 07 Kelurahan Utama Kota Cimahi akibat pembakaran limbah B3 atau Sludge. Warga RT 07 merasa resah dan tidak nyaman karena udara sekeliling pembakaran itu menjadi bau. Ironisnya, PT Ayoetex seolah-olah tidak mengindahkan keluhan mayarakat tersebut. “Kami mewakili warga masyarakat RW 07 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan minta keseriusan dalam menangani masalah polusi ini,” ungkap Wawan Sekretaris Rw 07 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan beberapa waktu lalu.

(Tim Sakti Media News)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed