oleh

Pernyataan Sikap Masyarakat Cinta Rasulullah SAW Dalam Aksi Damai Cinta Nabi

-NASIONAL-55 views

Bandung, Saktimedianews.id, –
Jum’at 30 Oktober 2020. Sejumlah organisasi Islam yang menamakan Masyarakat Cinta Rasulullah SAW kembali turun ke jalan dalam aksi damai pernyataan sikap atas penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW yang dilontarkan Presiden Prancis Emmanuel Macron hingga munculnya lagi karikatur Nabi Muhammad di koran satir Charlie Hebdo beberapa waktu lalu.

Pada awal September, koran satir Prancis Charlie Hebdo mencetak ulang karikatur Nabi Muhammad, langkah itu dilakukan sehari sebelum persidangan untuk mengadili tersangka pelaku yang menyerang kantor mereka pada 2015 digelar.
Gambar sampul Charlie Hebdo tersebut merupakan karikatur yang pertama kali diterbitkan harian Denmark Jyllands-Posten pada 2015. Charlie Hebdo kemudian mencetak ulang gambar itu pada 2006.

Macron, pada awal September mengajukan UU untuk ‘Separatisme Islam‘ di negara yang ia pimpin.
Ia juga berujar bahwa “Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia”. Selanjutnya ia juga menganggap enteng masalah kalikatur Nabi yang di keluarkan oleh Charlie Hebdo.ia mengaku tak bisa mengekang karena kebebasan berekspresi.Bahkan dia memerintahkan memasang karikatur Nabi Muhammad SAW secara terbuka diberbagai gedung pemerintahan Prancis.

Hal ini membuat geram dan menjadikan Prancis musuh bersama negara negara berpenduduk muslim.
Demonstrasi menentang Macron marak disejumlah negara, seperti Bangladesh, kuwait, Qatar dan Turki. Dengan seruan boikot atas produk Prancis yang diharapkan berdampak pada ekonomi negri itu yang tengah resesi.

Berkaitan dengan berbagai fakta ini, maka Masyarakat Cinta Rasulullah SAW menyatakan.

Pertama, mengutuk keras penghinaan Nabi SAW melalui pemuatan kalikatur Nabi SAW di majalah Charlie Hebdo dan pemasangan karikatur tersebut secara terbuka di berbagai gedung pemerintahan Prancis.

Kedua, menuntut hukuman mati bagi para penghina Nabi Muhammad SAW sebagai ketentuan syariat Islam.

Ketiga, menuntut pengusiran duta besar Prancis dan sekaligus mengajak umat untuk menanggalkan paham demokrasi karena sesungguhnya kebebasan berpendapat dalam demokrasi adalah ilusi ketika berkaitan dengan aspirasi Islam dan kaum muslimin.

Ke empat, menyerukan kepada seluruh komponen umat Islam untuk menegakkan Islam Kaffah dalam bingkai Khilafah, karena inilah kemuliaan yang hakiki,yang merupakan bukti kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Khilafah inilah yang akan menjadi pelindung hakiki umat dalam menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi.
Pungkas KH. Asep Sudrajat pimpinanan Majelis Masyarakat Cinta Rasuluah SAW yang sempat di wawancarai wartawan Saktimedianews biro Kota Bandung.

Kh. Asep juga menyatakan “Dalam Islam tumbuh berbagai kalangan dan ormas-ormas Islam, namun hal ini mempunyai tujuan yang sama atas kecintaannya terhadap Nabi Muhammad SAW, apabila ada yang menghina Nabi maka akan menampakan ekpresi dengan cara penyampaian yang berbeda beda,” ungkapnya.

“Aksi damai ini dilakukan long march di seputaran depan Gedung Sate Jl. Dipenogoro Bandung dengan tertib dan aman tanpa ada indikasi ke arah anarkis dan tidak luput tetap mengikuti aturan protokol kesehatan mengingat aksi ini dilakukan di tengah pandemik Covpid-19,” pungkasnya.

Jurnalis : Heri/Biro kota bandung.
Sumber : Kh. Asep Sudrajat Majelis Masyarakat Cinta Rasulullah kota bandung.
Editor : asef

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed