oleh

Indikasi Pelanggaran Registrasi Sim Card, Smartfren Lakukan Investigasi

Kota Bandung, Saktimedianews.id Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, “Diduga Banyak SIM Card Smartfren yang Dijual Tanpa Melalui Registrasi yang Benar” maka awak Sakti Media mengunjungi, dan bertemu langsung dengan Sales Manager PT. Distribusi Telekomunikasi Indonesia (DTI), Muhammad Fajran di lokasi Gallery Smartfren, Jl. Cicendo No. 11A, RT 04 RW 05 Kelurahan Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, pada Selasa (15/12/2020).

Fajran menjelaskan dengan pemberitaan yang sudah naik oleh media online Saktimedianews.id, terkait pemberitaan itu Ia mengatakan, “Memang betul, saya sangat mendukung kinerja jurnalis/wartawan dan tidak menghalang-halangi pemberitaan yang ada, dan saya berterima kasih telah dibantu dengan pemberitaan tersebut. Jadi kami mengetahuinya bahwa di outlet-outlet ada yang memperlakukan seperti itu, kami sedang melaksanakan penyelidikan terhadap TR dan oknum-oknum lain biar tidak ada lagi penyalahgunaan data identitas,” tuturnya.

Atas dugaan pelanggaran registrasi sim card yang dilakukan oleh TR, Fajran mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah tidak lagi bekerja di Smartfren sejak September 2020. “Tim kami sedang melakukan investigasi, nanti hasilnya akan kami sampaikan kepada awak Sakti Media, akan kita atur agendanya,” imbuhnya.

Dalam hal ini, pelaku penyalahgunaan NIK itu diancam dengan Pasal 35 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara.

Jika ada pihak-pihak yang turut serta membantu tindak pidana penyalahgunaan NIK untuk registrasi prabayar akan diancam KUHP Pasal 55. Sehingga, jika ditemukan dealer, provider bahkan regulator yang ikut serta dalam penyalahgunaan NIK untuk registrasi prabayar ini akan diancam dengan hukuman pidana.

Selain itu, penyalahgunaan data kependudukan untuk kegiatan registrasi prabayar juga akan diancam dengan UU Administrasi Data Kependudukan dengan ancaman hukuman pidana paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Smartfern masih mengumpulkan data dalam proses penyelidikan oleh tim investigasi Smartfren untuk menentukan siapa saja pihak-pihak yang menggunakan sim card untuk kejahatan atas kelalaian atau atas unsur kesengajaan dari pelaku bisnis telekomunikasi.

Untuk keberimbangan pemberitaan, pihak Smartfren akan berkomunikasi kembali agar dapat melengkapi data yang dibutuhkan, agar tidak terjadi kesimpangsiuran di masyarakat terutama bagi pengguna Smartfren itu sendiri.

Jurnalis : Siti Junengsih – Tim Saktimedianews/JM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed