oleh

Silaturahmi Kesekolah Berkebutuhan Khusus SLB Sabilulungan

Kab. Bandung, Saktimedianews.id,-
Selasa, 05 Januari 2021. Setelah tiba di lokasi sekolah SLB Sabilulungan tepat pukul 09.10 Wib, jurnalis media sakti, memberikan beberapa pertanyaan kepada Kepala Sekolah Andang Jumhawan, S.Pd yang sudah menunggu di lokasi.

Obrolan pun akhirnya mengalir dengan sendirinya, beberapa pertanyaan mengalir kepada nara sumber Kepala SLB (Sekolah Luar Biasa) Sabilulungan diantaranya adalah: Awal pendirian sejarah SLB Sabilulungan itu sendiri, kapand, diresmikan dan oleh siapa?, Jumlah pendidik/ guru, dari awal berapa orang?, dan sekarang jumlahnya berapa orang? Selanjutnya ada berapa jumlah murid/ Siswa?.

Visi dan misi SLB Sabilulungan? dan terakhir Keberadaan Aset bangunan?

Setelah diberondong oleh berbagai pertanyaan.  Andang Jumhawan dengan santai tapi penuh semangat menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh jurnalis Media Sakti.

Pertama, Awal pendirian sejarah SLB Sabilulungan? ternyata di namai, “Sabilungan itu mutlak di prakarsai dari swadaya masyarakat yang bahu membahu dalam membuat bangunan, serta bergotong royong dalam proses membangunnya, dan tanahnya betul betul tanah hibah/ wakaf dari pribadi buat sekolah ini yang asalnya wakaf itupun berasal dari pemberian waris Nenek saya” ungkapnya kepada jurnalis.

Sekolah Sabilulungan ini di resmikan pada 18 Agustus 2009 oleh Camat terdahulu yaitu Ibu Nina, karena pada waktu itu Kecamatan Katapang sedang di pimpin oleh seorang perempuan.

Jumlah pendidik pada awal pendirian sekolah ini hanya ada 2 orang, dan sekarang bertambah ada 5 orang pendidik seingga jumlahnya menjadi 7 ditambah saya sebagai kepala sekolah disini.

“Jumlah murid dulu awal-awalnya ada 5 orang, dan itupun dapat dari door to door ke rumah- rumah, dan hasil mendatangi ke sekolah-sekolah normal yang Disinyalir disitu para guru serta orang tua sudah tidak sanggup untuk mendidik atau menyekolahkan, disamping itu memang ada anak-anak yang putus sekolah akibat dari tidak naik kelas juga anak-anak yang berkebutuhan khusus”.

“Dari situ saya mengumpulkan orang tua murid lalu memberikan pengarahan tentang kondisi anak yang berkebutuhan khusus secara detail dan panjang lebar, akhirnya alhamdulilah para orang tua tersebut bisa menerima kondisi kodrat dari anak-anaknya lalu serta merta memasukan anak- anaknya di sekolah Sabilulungan ini. Pada saat mewawancara nara sumber sebagai sample Kepsek menghadirkan salah seorang guru dan salah satu murid disabilitas.

Salah satu contoh anak yang dihadirkan adalah seorang anak didik yang dari mulai kelas 1 SD hingga sekarang sudah kelas 3 SMA, anak itu tetap masih disini dan betul- betul atas binaan kami, serta di berdayakan oleh sekolah untuk membantu beres- beres biar ada rasa tanggung jawab dalam diri,” tuturnya.

Selanjutnya Visi dan Misi SLB Sabilulungan adalah :
Visi: Menjadikan anak yang berkebutuhan khusus yang berkarya mandiri dan berbasis religius. Itu Visi di tahun 2017.

Sementara Misi :
– Menyiapkan peserta didik anak yang berkebutuhan khusus.
– Menyiapkan tenaga pendidik yang terampil dalam bidangnya.
– Menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung terwujudnya sebuah Visi.

Adapun keberadaan
Aset bangunan ini betul-betul tanah milik pribadi saya yang di wakafkan buat sekolah yang berasal dari hibah nenek saya terhadap saya, karena ada rasa peduli terhadap masyarakat khususnya untuk sarana prasarana pendidikan anak- anak yang berkebutuhan khusus, makanya tanah ini saya hibahkan untuk sekolah SLB Sabilulungan.

Awal pendirian serta saat dasar pendirian juga pengelolaannya saya di bantu oleh seorang guru/ PNS yang bernama Lyna Veren, S.Pd yang berasal dari Margaasih.

Ada salah seorang guru yang membantu pas louncing didirikan nya SLB Sabilulungan yaitu yang awal-awalnya ikut mencari/ menganalisir siswa/ siswi yang putus sekolah, yang kemudian di arahkan dan di masukan ke sekolah ini dengan segala prioritas gratis.

Mulai dari pendaftaran, seragam sekolah, alat-alat sekolah maupun hal lainnya, makanya kalau ada orang tua yang masih beralasan itu dan ini, apalagi masalah gak ada uang saya jawab sekolah ini kan gratis mengapa masih ada alasan? Intinya jangan malas untuk belajar” tuturnya kepada jurnalis.

Jurnalis : Rosari hayati – Teddy MT
Narasumber: H. Andang Jumhawan S.Pd
( Kepala sekolah SLB Sabilulungan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed