oleh

KPK Periksa Direktur Utama PT. Dania Pratama Internasional Dalam Kasus Dugaan Suap Izin RS Kasih Bunda Cimahi

Cimahi, Saktimedianews.id,-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengagendakan pemeriksaan terhadap Akhmad Syaikhu Direktur Utama PT Dania Pratama Internasional pada Jumat (8/1/2021).

Akhmad Syaikhu diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Rumah Sakit Kasih Bunda tahun anggaran 2018-2020 yang menjerat Ajay M. Priatna (AJM) Walikota Cimahi.


“Diperiksa kasus tindak pidana korupsi suap dalam perizinan di Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020 untuk tersangka Ajay M Priatna,” tutur Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan yang diterima.

Selain Akhmad Syaikhu, KPK juga mengagendakan pemeriksaan terhadap dua saksi lainnya yakni Direktur PT Bandung Pakar Purnawan Suriadi dan seorang mahasiswa Bilal Insan Muhammad. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ajay M Priatna.

Dalam kasus ini, KPK menduga Ajay M. Priatna telah menerima suap senilai Rp 1,661 miliar terkait pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda Kota Cimahi.

Adapun commitment fee yang bakal diterima Ajay M. Priatna dari proyek tersebut senilai Rp 3,2 miliar. Selain Ajay, KPK juga telah menetapkan Hutama Yonathan (HY) selaku Komisaris RSU Kasih Bunda sebagai tersangka.

Pemberian suap dilakukan sejak tanggal 6 Mei 2020, sedangkan pemberian terakhir dilakukan pada tanggal 27 November 2020 sebesar Rp 425 juta.

Dalam konstruksi perkara, pada 2019 RSU Kasih Bunda melakukan pembangunan penambahan gedung. Selanjutnya diajukan permohonan revisi izin mendirikan bangunan (IMB) kepada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi untuk mengurus perizinan pembangunan tersebut.

Hutama selaku pemilik RSU Kasih Bunda bertemu dengan Ajay selaku Wali Kota Cimahi di salah satu restoran di Kota Bandung. Pada pertemuan tersebut Ajay diduga meminta sejumlah uang Rp 3,2 miliar, yaitu sebesar 10 persen dari nilai rencana anggaran biaya (RAB) yang dikerjakan oleh subkontraktor pembangunan RSU Kasih Bunda senilai Rp 32 miliar.

Penyerahan uang disepakati akan diserahkan secara bertahap oleh CT selaku staf keuangan RSU Kasih Bunda melalui YR selaku orang kepercayaan Ajay untuk menyamarkan adanya pemberian uang kepada Ajay tersebut, pihak RSU Kasih Bunda membuat perincian pembayaran dan kuitansi fiktif seolah-olah sebagai pembayaran pekerjaan fisik pembangunan.
(Drivana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed