oleh

Merasa Tertipu, 44 Calon Karyawan PT. PILN Area Priangan Timur Minta Kembalikan Uang

Ciamis, Saktimedianews.id,-
Minggu, 21 Februari 2021. Sekitar 44 orang calon karyawan PT PILN (Pemeriksa Intalasi Listrik Nasional) mendatangi kantor Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) yang berlokasi di Dusun Lebak Lipung Desa Imbanagara Kecamatan Ciamis.

Kedatangan mereka tiada lain mencari pendampingan terkait adanya janji janji untuk diperkerjakan menjadi karyawan PT. Pemeriksa Intalasi Listrik Nasional (PILN), namun selama enam bulan mereka semua tidak pernah dipekerjakan.

Hardedi Suharto selaku Ketua BPBN saat diminta keteranganya menuturkan, “Kedatangan ke 44 orang tersebut meminta didampingi untuk melaporkan E dari pihak PT. PILN ke Polres Ciamis terkait adanya janji janji manis untuk dipekerjaan sampai di minta uang sekitar 4 sampai 8 juta perorang,” ungkapnya.

“Biar semuanya menjadi terang benderang lebih baik dikembalikan ke hukum, memang cukup disayangkan saya sudah dua kali menemui pihak perusahaan untuk bermusyawarah namun upaya kami sia sia dari pihak perusahaan melalui kuasa hukumnya mengatakan uang yang sudah masuk tetap tidak bisa dikembalikan,” terang Dedi, Sabtu 20/02/2021.

Masih kata Dedi, “Ini perlu dicatat bahwa yang pernah ikut ujikom belum tentu juga dapat upah karena mereka bukan pegawai PT. PILN, sementara menurut korban mengeluarkan uang tujuannya mendapat pekerjaan sehingga mendapat penghasilan,”.

“Untuk sementara dugaan kami ini ada unsur bujuk rayu sebuah iming-iming yang menjajikan, sehingga mereka semua mau mengeluarkan uang untuk sebuah pekerjaan,” tegas Dedi.

Sementara itu Obroy warga Cimari salah satu korban mengatakan, Ia menyerahkan uang sebesar 4 juta rupiah demi sebuah pekerjaan, awalnya saya ditawari akan mendapatkan pekerjaan setelah saya membayar uang dan mengikuti ujian Setipikat Kompentensi, namun setelah empat bulan menunggu dirinya belum mendapatkan pekerjaan tersebut.

“Ya pada saat itu posisi saya nganggur terus ditawarin pekerjaan oleh rekan saya, tetapi harus membayar uang sertipikasi sebesar 4 juta rupiah,tapi sudah hampir 4 bulan saya masing nganggur yang ada uang 4 juta lenyap,” katanya.

Hal senada dikatakan Isfa Nurjaman (24), dirinya juga sama hal nya dengan teman teman lainya dijanjikan untuk bisa bekerja setelah membayar uang untuk mendapatkan Sertipikat Kompentensi (serkom). Namun sampai saat ini pekerjaan yang dijanjikan tersebut belum pernah terbukti.

“Iyalah kalau tahunya seperti ini tidak mungkin saya ngasihkan uang dan janjinya itu lho setelah bekerja dan mendapatkan SK, akan mendapat gajir sebesar UMK Nasional Rp 4.2 juta rupiah,” paparnya.

Hal senada juga dikatakan salah satu orang tua yang diduga salah satu korban menjelaskan, selama enam bulan anaknya belum sepeserpun mendapatkan gajih, padahal tiap hari anaknya itu selalu bekerja dan selalu mengisi absensi.

“Kami berharaf kepada pihak PT PILN untuk segera mengembalikan uang yang sudah kami berikan, bila perlu sekalian dengan gajihnya selama enam bulan,” tambah korban yang enggan disebut namanya

Jurnalis : Dodi Susandi Ciamis
Sumber Hardedi Suharto BPBN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed