oleh

Pelanggar Menurun Dengan Adanya Operasi Yustisi

Cianjur, Saktimedianews. –
Senin, 01 Maret 2021. Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Satpol PP bersama unsur Polri, TNI dan PMI secara rutin menggelar operasi yustisi bertempat di depan ramayana jalan raya Bandung – Cianjur yang dimulai dari pukul 09.00 – 12.00 Wib.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menekan penyebaran Covid-19, berdasarkan Perbup Cianjur Nomor 6 Tahun 2021 tentang penegakan hukum sanksi sosial dan sanksi administrasi.

Untuk membuat efek jera bagi pelanggar yang tidak mematuhi protokol kesehatan yakni yang tidak memakai masker, diberlakukannya sanksi administrasi berupa denda ditempat atau berupa dengan sanksi sosial.

Kasi Pengawasan Internal Aparatur (KIA) Sat-PP Tomi mengatakan, bahwa jumlah pelanggaran masyarakat yang tidak mematuhi prokes yakni yang tidak memakai masker baik pengguna R4, R2 dan pejalan kaki rata-rata dikenakan saknsi administratif maksimal Rp. 100 ribu.

“Masyarakat sudah mulai menyadari tentang pentingnya protokol kesehatan, dari hari ke hari pengguna jalan baik yang menggunakan R4 dan R2 yang melintas dari arah Bandung menuju Cianjur sudah ada peningkatan, bahkan pejalan kaki pun sudah mulai menunjukan kepatuhannnya, terbukti yang terjaring hari ini hanya 9 orang,” kata Tomi.

Lebih lanjut Tomi menjelaskan, operasi yustisi ini semata-mata bukan untuk mencari uang, akan tetapi untuk membuat efek jera masyarakat yang tidak mematuhi prokes kesehatan.

“Untuk sanksi berupa administratif pariatif disesuaikan dengan kemampuannya tidak ada penekanan, bahkan untuk sanksi sosial berupa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan membacakan butir-butir teks Pancasila,” jelasnya

Menurutnya hingga kini belum mengetahui kapan berakhirnya operasi yustisi ini,” Kami belum tahu sampai kapan kegiatan ini dihentikan, mungkin batas waktu yang tidak ditentukan selama Covid-19 masih ada dan kepatuhan masyarakat belum baik, maka operasi yustisi akan terus dilaksanakan,” tandasnya.

Selain hal tersebut, Tomi juga mengungkapkan tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, dalam penanganan Covid-19 pada sektor ekonomi kreatif yakni restoran, Mall dan rumah makan.

“Jam operasional untuk restoran/rumah dan pusat perbelanjaan dari pukul 08.00 – 21.00 Wib. Kemudian dilarang menjual minuman beralkohol untuk diminum ditempat, dan tidak boleh menyelenggarakan live musik juga tidak boleh menyediakan sajian makanan di wilayah Cianjur,” ungkapnya

Para pengelola usaha agar menerapkan prokes pencegahan dan pengendalian Covid-19, secara ketat dalam mencegah terjadinya kerumunan orang serta mengintensipkan satgas penanganan Covid-19 dimasing-masing unit usaha.

“Sanksi bagi pelaku usaha, bila terjadi ada kerumunan orang akibat lemahnya pengendalian dan pengawasan, akan dilaksanakan penegakan disiplin oleh satgas penangan Covid-19, sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.

(Jurnalis : Tim Sakti-Biro Cianjur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed