oleh

Satreskrim Polres Banjar Amankan Pelaku Pencabulan Setelah Buron 2 Tahun

Kota Banjar, Saktimeeianews.id,-
Pelaku tunggal pencabulan dan asusila terhadap perempuan dibawah umur akhirnya di tangkap oleh Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Polres Banjar Polda Jabar yang sebelumnya kabur melarikan diri pada tahun 2019.

Setelah melarikan diri selama 2 tahun, Tersangka MH (18 tahun) akhirnya berhasil diamankan oleh Jajaran Reserse Kepolisian Polres Banjar Polda Jabar di jalan raya Pangandaran simpang 3 Lampu merah Stasion Banjar.

“Berawal dari informasi dari masyarakat,team satuan reserse Kriminal Polres Banjar berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan,” ungkap Kapolres Banjar, AKBP., Ardiyaningsih , S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim IPTU Zulkarnaen S.I.K disela-sela kesibukanya, Kamis (17/06/2021).

Menurut Kasat Reskrim, Pelaku HM melakukan aksinya sendirian pada bulan Agustus 2019 , di rumah tersangka Kelurahan Karang Panimbal, Kecamatan Purwaharja Kota Banjar, Jawa Barat.

Pelaku sekarang sudah diamankan di Rumah Tanahan Polres Banjar guna mempertanggungjawabkan perbuatanya dan pelaku masih dalam proses pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti.

Kasat, menambahkan saat ini pelaku sudah tertangkap dan akan dijerat Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No 35 tahun 2014 Tentang perubahan Undang-undang Republik Indonesia No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak tentang sebagaimana diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pengganti Undang-Undang Republik Indonesia No 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang jo pasal 64 KUHPidana.

Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia jo pasal 76E No 35 tahun 2014 Tentang perubahan Undang-Undang Republik Indonesia No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak tentang sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pengganti Undang-Undang Republik Indonesia No 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang No 23 tahu 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5.000.000.000,- (lima milyar).

Jurnalis : Edi S – Banjar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed