oleh

GMBI Kabupaten Ciamis Mengecam Keras serta Desak Kepolisian Tangkap Pelaku Pengeroyokan Anggota GMBI di Karawang

Ciamis, Saktimedianews.id, – Ketua Dewan Pimpinan Distrik Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Ciamis bersama Biro Hukum mengecam keras serta desak kepolisian usut tuntas tragedi pengeroyokan anggota GMBI yang tewas di Kabupaten Karawang, Kamis (25/11/21).

Ketua DPD LSM GMBI Kabupaten Ciamis Robi Tamzil menegaskan bahwa kejadian di kabupaten karawang menurutnya bukan sekedar konflik antar lapisan masyarakat yang terorganisir, menurutnya hal tersebut dipicu murni anggota GMBI yang sedang melintas namun di hadang hingga beranggar lidah sampai terjadi penganiayaan.

“Kejadian di Kabupaten Karawang yang terjadi kemarin itu bukan bentrokan antar Ormas, akan tetapi kejadian tersebut murni bahwa salahsatu anggota GMBI sedang lewat akan tetapi pada saat itu anggota GMBI dicegat dan dikeroyok”, ungkap robi dalam keterangan persnya, Rabu (24/11/21).

Menurutnya, bahwa kejadian tersebut terindikasi pembunuhan yang dilakukan oleh salah satu kelompok yang diduga dari organisasi pada saat di lokasi yang sama yakni GMPI, sehingga pihaknya menyayangkan peristiwa yang beredar melalui beberapa media tidak sesuai dengan fakta di tempat kejadian perkara.

“Maka dalam hal ini sangat berbeda tidak seperti yang diberitakan pada saat kejadian oleh media-media yang awal kejadian”, pungkas robi.

Kendati demikian, pihaknya menegaskan bahwa konflik horizontal dari lapisan masyarakat yang terorganisir di karawang tidak sesuai dengan fakta yang beredar sebab dirinya menduga bahwa ada pihak lain yang membiayai dari penyerang itu sehingga pihaknya meminta kepolisian daerah guna usut tuntas dalang intelektual dibalik penyerangan anggota GMBI Karawang.

Hal senada juga di sampaikan oleh Ade Slamet, S.H Biro Hukum Distrik GMBI Ciamis menurutnya peristiwa yang terjadi di karawang pada anggota dari organisasi yang sama berada pada situasi yang tidak tepat sehingga dikerumuni dan terjadi pengeroyokan hingga menewaskan salah satu anggota GMBI Kabupaten Karawang.

“Hal ini saya menegaskan bahwa kejadian kemarin yang terjadi di Kabupaten Karawang tersebut murni bukan merupakan bentrokan antara dua Ormas, namun pada saat itu keluarga kami, saudara kami, rekan kami seperjuangan berada pada saat yang tidak tepat dan dikepung, kemudian dikeroyok begitu saja hingga terjadi penganiayaan”, jelas ade.

Penaniayaan tersebut berujung pada meninggalnya salah satu anggota GMBI Kabupaten Karawang maka GMBI Ciamis mempertanyakan Undang Undang Darurat dengan adanya membawa senjata tajam dan lain sebagainya serta tidak ada ketaatan hukum pada pembiaran semacam itu.

“Dalam hal ini saya tegaskan, saya mengecam keras terhadap perlakuan yang kami terima, keluarga kami, saudara kami hingga meninggalnya keluarga kami” tegas Ketua GMBI Kabupaten Ciamis Robi Tamzil, Kamis (25/11/21).

 

 

 

Dods

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed