oleh

Nasib Warga Kala Limbah Cemari Sungai Sebabkan Penyakit Kulit Dan Gatal-Gatal

Kab. Bogor, Saktimedianews.id, – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di wilayah kecamatan Leuwiliang, desa karehkel (2/12) merupakan area pembuangan sampah bagi warga kabupaten kota bogor dengan luasan 36 ha.

Setiap hari jumlah sampah yang masuk ke TPA galunga ini sebanyak sebanyak 40 Ton dimana polusinya dirasakan berdampak negatif bagi warga sekitar lokasi TPA tersebut.

“Satu kampung mengalami penyakit kulit dan gatal gatal akibat pencemaran dari TPA pak” Tutur RW Syahrudin.

Diduga pencemaran akibat Installasi Pengolahan Air limbah yang tidak berfungsi dengan baik.

Di kampung Bolang RT. 02 RW. 12 Desa Karehkel, sebanyak 30 KK mengalami dampak yang tidak menyenangkan. Penyakit kulit, gatal gatal dan berbagai penyakit lainnya terlihat sangat parah.

“Saya sampai harus siapin bedak gatal untuk anak dan istri saya” Lanjut syahrudin.

Situasi ini sudah dirasakan oleh warga masyarakat kampung bolang 3 tahun belakangan ini. Namun belum mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Data yang kami peroleh, limbah dari TPA Galuga mengalir dari sungai Cimanggir di alirkan ke sungai Cianten dimana aliran sungai Cianten merupakan sumber air utama yang digunakan untuk Mandi Cuci Kakus (MCK) bagi warga di Daerah Aliran Sungai.

Aliran air yang menghitam berhasil didokumentasikan oleh reporter Saktimedianews. Disinyalir dari aliran ini yang menyebabkan warga terdampak penyakit kulit.

Sarana Air Bersih Sekitar 30 KK menggunakan air sungai sebagai sumber utama untuk kehidupan sehari hari.

Keinginan untuk mendapatkan sumber air bersih merupakan harapan terbesar bagi warga kampung Bolang.

Selain sarana MCK, Syahrudin pun berharap “Ada juga fasilitas pengobatan sebagai kompensasi bagi warga saya”, pungkasnya.

 

Biro Bogor – Deenmf

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed