oleh

Rohimat Joker: Bencana Sukawening Karang Tengah di Garut Bukan Bencana Fenomenal Ataupun Faktor Alam

Garut, saktimedianews.id, – Ketua Umum Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) Rohimat Joker menegaskan bahwa banjir di tiga kampung kecamatan sukawening yang diluluh lantahkan oleh banjir bukan faktor alam, Rabu (01/12/21).

PMPR-I Melalui Ketua Umum yakni Rohimat alias Kang Joker bersama Sekretaris Jenderal meninjau lokasi dan bencana sesudah kejadian banjir pada sabtu 27 November 2021.

Joker mengatakan, bahwa secara logis dan akal sehatnya tidak melihat posisi sungai dibawah dan diatas pemukiman penduduk, namun menurutnya pemukiman yang lebih tinggi dan sedikit jauh dari sungai bisa masuk ke pemukiman warga sehingga musiban banjir kemarin.

Dalam hal ini Sekretaris Jenderal PMPR-I Anggi Dermawan M.Pd juga menanyakan kepada warga di kampung munjul Desa Sukawening Kecamatan Sukawening penyebab banjir yang meluap dari sungai itu sering terjadi.

“Selama saya tinggal di Kampung ini sudah 58 Tahun saya pernah merasakan banjir sekali-kalinya itu sudah lama Tahun 1983 kalau tidak salah ujarnya selain itu air memang tinggi tapi tidak pernah meluap baru kemarin sampai meluluh lantahkan rumah kami” Ujar salah satu warga yang di dampingi ketua RT dan RW di kampung munjul Desa Sukawening Garut.

Kemudian anggi menyatakan bahwa bukan soal curah hujan yang tinggi tapi ada yang bermasalah dalam proses aliran air sungai dari hulu hingga ke hilir.

“Kemarin saya melakukan Investigasi dan Komunikasi dengan beberapa warga garut mengenai masalah ini, dan saya menemukan fakta di lapangan bahwa ada Alih Fungsi Lahan seluas 20 Hektar yang di Gunakan oleh Bupati Garut untuk kepentingan pribadi yaitu penanaman Kentang, Jagung dsb bekerja sama dengan Perusahaan Indofood dan lainnya”, ujar Joker.

Sehingga Anggi membenarkan pernyataan Joker “Hal itu benar adanya dan real di lapangan, jika kita meninjau dari aspek kerugian terbukti masyarakat rugi besar dengan banjir kemarin yang di akibatkan hilangnya resapan air di hulu sungai, dan jika di tinjau dari aspek hukum hal ini jelas bertentangan dengan UU No.22 Tahun 2019 Tentang Sistem Budidaya Pertanian yaitu Syarat Alih Fungsi yang Dilanggar” pungkas Anggi.

Kendati demikian, joker menegaskan bahwa dalam hal tersebut menurutnya sudah jelas bahwa bupati garut H. Rudy Gunawan tengah memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi sehingga atas dasar tersebut menimbulkan kerugian lingkungan, dampak sosial dan hukum.

“H. Rudy Gunawan itu tidak Jauh berbeda seperti kompeni belanda yang memanfaatkan kekuatan dan kedudukan untuk kekayaan dan merugikan masyarakat juga mencederai lingkungan”, tegas Joker.

Menurutnya, dalam hal ini menyoroti terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut untuk segera mengusung hak angket terhadap bupati garut.

Dalam hal ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PMPR-I akan beraudensi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil perihal situasi yang terjadi di kecamatan sukawening sekaligus menjabarkan fakta yang terjadi.

Joker menambahkan bahwa hal tersebut sudah dia komunikasikan ke Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Juga KPK di Jakarta.

Kendati demikian, PMPR-I pihaknya akan tetap bergerak dan mengawal warga garut sampai dengan bupati garut tersebut mundur dari jabatannya dan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di hadapan hukum.

 

Jurnalis : Armanda

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed