oleh

Lingkungan Rusak Dikawasan Industri, Salah Siapa?

Kota Cimahi – COD (Cimahi Open Dialogue) episode 2 kali ini mengambil Tema “Isu Lingkungan di Kawasan Industri”. materi tersebut digagas oleh Forum Generasi Penerus Bangsa (FGPB) Kota Cimahi yang diketuai oleh Ade Irwan Suryana  sebagai Panelis. Acara tersebut masih diselenggarakan oleh LSM Kompas Kota Cimahi. Di Gedung B komplek Pemerintahan Kota Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Cihanjuang, Cibabat, Kec. Cimahi Utara, Cimahi Utara, Jawa Barat. (13-09-2022).

 

Dalam Diskusi ini dihadiri oleh beberapa Panelis lain yang mempunyai kompetensi sesuai dgn tema yang dibahas. Diantaranya  Perwakilan dari Komisi III DPRD Kota Cimahi Drs. Yus Rusnaya (Ketua Komisi III) dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  (PDIP) .

 

Dari ASN Pemkot Cimahi diwakili oleh Drs. Dadan Subardan Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan DLH Kota Cimahi. Turut hadir juga sebagai Panelis yaitu Ketua KADIN Kota Cimahi Yupi Sopiansyah. Seperti episode sebelumnya penyelenggara mengundang dari unsur akademisi kali ini   Ka. Prodi Sanitasi Lingkungan Sarjana Terapan Poltekkes Bandung . Yoshephina AS, S. K. M, M. Kes. Acara dipandu oleh Mederator Triyanto ketua LKPK Kota Cimahi.

 

Luas wilayah Cimahi menurut Undang-Undang No.9 Tahun 2001 sebesar 40,2 km².

Kota Cimahi mendapat julukan sebagai “Kota Tentara” karena di kota ini banyak pusat pendidikan untuk tentara, di antaranya:

 

*Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdikarmed)

*Pusat Pendidikan *Pengetahuan Militer Umum (Pusdikpengmilum)

*Sekolah Pelatih Infanteri *Pusat Pendidikan Infanteri (SPI Pusdikif)

*Pusat Pendidikan Jasmani (Pusdikjas)

*Pusat Pendidikan Peralatan (Pusdikpal)

*Pusat Pendidikan Pembekalan Angkutan (Pusdikbekang)

*Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom)

*Pusat Pendidikan Perhubungan (Pusdikhub)

 

belum lagi markas-markas tentara yang terdapat di situ yang jumlahnya pun cukup banyak, seperti:

 

*Brigif 15/Kujang II

*Pussenarhanud Kodiklatad

*Pussenarmed Kodiklatad

*Kiban Yonzipur 3/Macan Kumbang

*Kodim 0609/Kabupaten Bandung

*Yonarmed 4/105 Parahyangan

Tepbek Cimahi

*Koramil 0922/Cimahi

*Koramil 0925/Cimahi Utara

*Subdenpom Cimahi

*Rumkit Tk. II Kesdam III/Siliwangi

*Kesdim Cimahi

 

dan masih banyak lagi ditambah asrama militer yang jumlahnya sangat banyak. Dengan banyaknya pusat pendidikan tentara dan fasilitas kemiliteran lainnya maka sekitar 60% wilayah Kota Cimahi digunakan oleh tentara.

 

Dibagian Selatan Kota Cimahi adalah masuk kawasan Industri terutama di Kelurahan Utama dan Kelurahan Leuwigajah. Dikedua Kelurahan itu banyak dibangun pabrik yang didominasi oleh tekstil, sandang, dan kulit sebanyak 113 unit atau 28% dari jumlah industri kecil yang ada. Adapun yang berskala menengah dan besar berjumlah 92 unit industri.

 

“Tidak dapat dipungkiri dengan keberadaan industri diwilayah Cimahi selatan ini paling berpotensi sebagai penyebab kerusakan lingkungan akibat ulah pengusaha nakal dan abainya pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan” kata Ade salah satu Panelis pada acara diskusi ini. Ade pun manambahkan ”

Secara faktual, kondisi sosial dan lingkungan telah rusak  ketika perusahaan mengabaikan aspek sosial dan  lingkungan sehingga merugikan masyarakat sekitar dan lingkungan” tuturnya.

 

Dalam kesempatan itupun beberapa panelis menyampaikan kondisi lingkungan di Wilayah Selatan Cimahi akibat lalainya para pelaku industri dalam hal penanganan limbah hasil produksi dgn tidak memperhatikan analisis dampak lingkungan (Amdal) kondisi itu diperparah oleh lemahnya pemerintah Cimahi dalam hal penanganan pelanggaran sehingga pengusaha industri lebih mementingkan keuntungan daripada dampak yg ditimbulkan oleh proses produksi itu.

 

Fajar Budhi Wibowo Koordinator Umum LSM Kompas memberikan pernyataan lemahnya penanganan pelanggaran dan pengawasan baik dari Pemerintah Kota Cimahi maupun DPRD Kota Cimahi menyebabkan rusaknya lingkungan sekitar pabrik-pabrik sehingga selain berdampak lingkungan juga berdampak sosial sehingga perlu kiranya Pemerintah Kota Cimahi mengoptimalkan konsep Corporate social responsibility atau CSR adalah suatu konsep atau tindakan yang dilakukan di dunia usaha atau industri sebagai rasa tanggung jawab.

 

Hal itu ditambahkan oleh Ade Irwan Suryana “karena Konsep Tanggung Jawab Sosial Lingkungan atau CSR adalah merupakan kewajiban Hukum maka Pemkot Cimahi harus tegas dan serius mengkoordinir dana CSR tersebut agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar perusahaan bukan dialokasikan kepada hal lain dan Pemkot Cimahi harus berani memberikan sanksi keras bagi perusahaan yang tidak mantaatinya”tegasnya.

Dalam kesempatan yg sama Ade pun meminta kepada DPRD Kota Cimahi agar bertanggung jawab atas Perda no. 10 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Bagi Perusahaan Di Kota Cimahi.”karena untuk menerbitkan Peraturan daerah memerlukan biaya besar yg notabene menggunakan anggaran daerah” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis: Adhe

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.