oleh

Achmad Nugraha Puji Perhatian Kampus pada Mahasiswa Kurang Mampu

Kota Bandung – Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, H. Achmad Nugraha, D.H., S.H., menghadiri kegiatan wisuda XXXI dan orasi ilmiah STMIK Bandung 2022, di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Senin, (19/9/2022).

 

Achmad mengapresiasi para wisudawan, apalagi terdapat hampir 30 persen lulusan, yang menyandang sebagai predikat cumlaude, dan menjadi rekor baru selama ini.

 

“Tentunya kami di DPRD Kota Bandung mengapresiasi apa yang telah dilakukan STMIK Bandung dan terus melahirkan generasi-generasi berprestasi yang dibutuhkan oleh bangsa, khususnya Kota Bandung. Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada STMIK Bandung,” ujarnya.

 

Selain itu, Achmad pun berterima kasih kepada STMIK Bandung, karena para akademisnya, bukan hanya mendapatkan ilmu dan pembinaan, namun juga kasih sayang dengan sangat baik, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

 

Terbukti, para mahasiswa tersebut, mampu menorehkan prestasi yang membanggakan hasil pendidikan dan pengajaran di STMIK Bandung.

 

“Maka kalau ada penilaian bahwa masyarakat yang berasal dari keluarga ekonomi lemah tidak bisa berkuliah, tidak bisa berprestasi, itu salah besar. STMIK Bandung mampu menjawab paradigma yang salah tersebut dengan melahirkan banyak lulusan yang berkualitas melalui pengelolaan yang benar,” ucapnya.

 

Ia pun berharap, STMIK Bandung menjadi perguruan tinggi pilot percontohan di Kota Bandung dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia, khususnya di Kota Bandung di masa yang akan datang.

 

“Kualitas sumber daya manusia itu menjadi unsur penting bagi bangsa ini, untuk mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Maka dari itu, kita tidak bisa hanya berpangku tangan, apalagi lemah dan lelah dalam menatap persaingan dunia, tapi kita harus kuat dan smart, bagaimana caranya harus terus mencetak anak bangsa yang hebat di masa depan,” ujar Achmad.

 

Ia pun menambahkan, DPRD Kota Bandung akan terus mendukung dan mendorong hadirnya bantuan, bagi perguruan tinggi yang menerima warga Kota Bandung yang membutuhkan bantuan, untuk dapat mengenyam pendidikan dan mengejar cita-citanya bagi masa depan bangsa.

 

STMIK Bandung pun menjadi salah satu perguruan tinggi yang cukup besar dalam menerima mahasiswa dari kelompok tidak mampu di Kota Bandung.

 

Maka, dengan demikian, melalui proses yang berjenjang, pengetasan angka kemiskinan di Kota Bandung akan segera terwujud.

 

“Mari, kita berharap dan mendoakan agar Kota Bandung di masa depan, akan menjadi daerah dengan indeks rata-rata pendidikan masyarakatnya adalah lulusan perguruan tinggi, bukan lagi hanya lulusan SMP dan SMA,” katanya.

 

 

 

Jurnalis: Armanda

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.