oleh

Surabi Ema Priangan, Jajanan Tradisional Yang Tak Kenal Zaman

Cimahi, Saktimedianews.id,-

Rabu, 20 Januari 2021. Surabi merupakan salah satu jajanan pasar tradisional khas Bandung yang sangat digemari oleh banyak kalangan terutama di Kota Cimahi.

Jajanan sunda yang melegenda ini biasa dinikmati dipagi hari untuk cemilan dan sarapan.

Walaupun zaman kini sudah modern dan serba praktis jajanan surabi tetap eksis karena memiliki cita rasa yang khas tak terkecuali Surabi Ema Priangan.

Warung jajanan Surabi Ema Priangan ini terletak di Jalan Pabrik aci No. 60 Kota Cimahi tepatnya di samping Tk BPK Penabur Cimahi.

Surabi Ema Priangan sudah ada sejak tahun 1981 dan hingga kini tetap mempertahankan ciri khas dari pembiatan surabi yaitu memasaknya menggunakan tungku tanah liat dan kayu bakar.

Ibu Sariyi selaku pemilik Warung Surabi menceritakan, “Saya berjualan surabi sudah lumayan lama kurang lebih 40 tahun dan tempatnya dari dulu tetap disini,” pungkasnya.

“Saya mempertahankan rasa dari dulu menggunakan tepung beras yang digiling dadakan dengan memakai beras kualitas yang paling bagus menggunakan kelapa yang digiling dengan sengat halus dan kinca nyapun terbuat dari gula kawung yang tidak diberi pemanis buatan,” imbuhnya.

“Awal jualan surabi dulu itu harganya masih 40 rupiah dan makin kesini bahan baku untuk membuat surabi makin mahal dan harganya sekarang 3 ribu dan terus dilanjutkan oleh cucu saya,” tambahnya.

Surabi Ema Priangan memiliki beranala ragam rasa diantaranya adalah rasa Oncom, Polos, Telur, Kinca dan Messes dengan harga yang relatif murah yaitu 3 ribu-10 ribu rupiah.

Dimasa pandemi Covid-19 ini penjualan Surabi Ibu Sariyi sangat terpengaruh karena penghasilan yang menurun dan pembuatan yang semakin sedikit. Hal ini juga dikatakan oleh Ibu Sariyi.

“Dimasa pandemi ini penjualan sangat menurun yang asalnya bisa 5-10 kilo tepung beras sekarang cuman 3 kilo perhari,” paparnya.

“Langganan pun sekarang jarang-jarang datang kesini karena banyak juga langganam dari luar kota ya walaupun keadaan seperti ini saya harus tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” tuturnya.

Sariyi menambahkan, “Alhamdulillah pembeli juga pernah ada yang memesan untuk dikirim keluar negri ada yang ke Turki, Paris, terakhir kemarin ke malaysia,” tandasnya.

Jurnalis : Priyadi & Fendi – Cimahi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed