oleh

Ada Apa Dengan Koperasi Tersebut ?

Kota Bandung, Saktimedianews.id,-
Senin. 22 Febuari 2021. Awak sakti media menerima keluhan warga jalan Nursahid, Kelurahan Balonggede, kecamatan Regol, Kota Bandung.

keluhan warga di awali dengan Popon yang ingin mengambil hak tabungan nya di salah satu koprasi sudah beberapa kali di naikan berita bahkan awak media menghampiri kepala cabang koprasi tersebut namun tak ada jawabannya yang tepat hanya janji dan janji saja, padahal nasabah Popon bener-bener butuh uangnya untuk berobat.

Sudah tiga bulan Popon menunggu pencairan hak tabungannya di salah satu koprasi tersebut namun sampai kapan tidak ada kabar sama sekali,bahkan awak media komunikasi pun pihak koperasi menjelaskan, “Nanti saya cek ya kami sedang tidak ada di kantor, kami sedang di luar,” ungkap salah satu staf koperasi.

Keduanya mulai banyak anggota koperasi yang mengeluh atas penyimpan uang tabungan dengan nilai puluhan juta bahkan ratusan juta simpanan di koperasi tersebut.

Nasabah atas nama (T) dan (D) mengatakan, “Kita ini anggota koperasi juga, kita taro Deposito, awalnya manis banget marketingnya bilang Nabung di koperasi ini aja deposito taro nanti mau di ambil kapanpun bisa, tapi nyatanya tidak bisa,” T dan D menuturkan.

Lebih Lanjut dikatakannya, “Total uang saya ada 115 juta (seratus lima belas juta) dan teman saya (D) (tujuh puluh juta), ketika sudah pas jatuh tempo deposito pencairan malah gak bisa di ambil dengan keterangan dari koperasi tersebut menginformasikan perpanjangan jatuh tempo otomatis karena Covid-19, tanpa ada pembicaraan sebelumnya dengan anggota,” tambah nasabah T.

“Saking saya percaya, untuk kuliah anak saya, saya nabung di koperasi tersebut padahal saya sebelumnya nabung di salah satu bank, karena marketingnya merayu saya, manis ngomongnya ya saya pindahkan uang saya pertama naro 50 juta ke 2 nya 20 juta, total tabungan 70 juta, ketika mau di ambil buat biaya anak kuliah, eh malah menghindar dan tidak bisa di ambil omongannya tidak sesuai kenyataan,” kata (D) sebagai nasabah koperasi tersebut.

“Saya hanya tukang bubur, ingin anak saya kuliah, niat naro tabungan Deposito 70 juta untuk biaya anak kuliah, eh terpaksa saya harus pinjem uang ke rentenir, uang berbunga demi anak bisa kuliah, harapan saya uang tabungan cuma ada di koperasi tersebut,” terangnya.

“Saya mohon minta bantuannya dari awak sakti media agar bener-bener social control ada apa dengan koperasi tersebut ? sampai pengambilan hak kita tidak biasa di Ambil ? malah pihak koperasi mengatakan bisa di ambil tabungan deposito namun di cicil selama 5 tahun, kan saya heran,” pungkas nasabah.

Jurnalis : Siti Junengsih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed